FASET MANUAL LENSA ORGANIK SINGLE VISION PADA FRAME FULL METAL DI OPTIK MUTIARA: STUDI KASUS DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH

APRILIA, LAURA FEBIAN (2025) FASET MANUAL LENSA ORGANIK SINGLE VISION PADA FRAME FULL METAL DI OPTIK MUTIARA: STUDI KASUS DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH. Diploma thesis, Universitas Widya Husada Semarang.

[img] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (716kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (677kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (230kB) | Request a copy

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Optikal adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan jasa pemeriksaan dan penanganan masalah kesehatan mata, khususnya dalam bidang refraksi optisi. Optikal berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak. Untuk melindungi masyarakat dari kerugian akibat layanan optikal yang tidak standar, pemerintah mewajibkan setiap optikal memiliki laboratorium dispensing, yaitu fasilitas untuk pemotongan dan pemasangan lensa pada bingkai kacamata sesuai resep. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji proses pelaksanaan faset manual pada lensa organik single vision dengan frame full metal di Optik Mutiara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah 118 kegiatan faset, dengan sampel satu proses faset manual lensa organik single vision pada frame full metal. Data dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan observasi. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa periode 1–31 Maret 2025 tercatat 118 kegiatan faset manual dengan delapan tahapan proses di Optik Mutiara. Pada tiap tahapan faset manual, optisien harus menguasai prosedur dan teknik pemotongan lensa secara mendalam karena proses ini sangat rentan kesalahan yang dapat merugikan konsumen dan penyedia layanan. Kesimpulan dan Saran: Proses faset manual lensa organik single vision pada frame full metal di Optik Mutiara dilaksanakan dengan 9 (sembilan) proses tahapan. Dari seluruh konsumen yang menggunakan kacamata, 5,1% memakai lensa organik dan 94,9% menggunakan lensa mineral. Dalam proses faset manual, memerlukan penguasaan teknik pemotongan lensa yang tepat untuk menghindari kerugian akibat kesalahan. Pada tahap pembuatan bevel, pendinginan dengan air harus ditingkatkan guna mengurangi gesekan dan suhu. Persiapan dan pemeriksaan alat sangat penting untuk menjaga presisi. Keterampilan tangan, ketelitian, dan kehati-hatian selama pemotongan lensa mutlak diperlukan agar lensa tidak pecah atau retak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Faset Manual, Lensa Organik Single Vision, Frame Metal.
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: Fakultas Kesehatan dan Keteknisian Medik > D3 Refraksi Optisi
Depositing User: Admin Cakep Perpus
Date Deposited: 11 Aug 2026 07:03
Last Modified: 11 Aug 2026 07:03
URI: http://eprints.uwhs.ac.id/id/eprint/3393

Actions (login required)

View Item View Item