DWI JUNIARTI, RISKA (2025) BAB I PENDAHULUAN. Diploma thesis, Universitas Widya Husada Semarang.
|
Text (BAB I)
BAB I_Riska Dwi Juniarti.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only until 30 November 2025. Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
1.1 Latar Belakang Pedis merupakan anggota gerak bawah yang terdiri dari tulang tarsal, tulang metatarsal, dan phalang. Tulang tarsal atau tulang pangkal kaki dibagi menjadi 3 yaitu proksimal, intermediate, dan distal. Pada bagian proksimal terdiri dari talus yang menyambungkan tibia dan fibula menjadi sendi pergelangan kaki. Kelompok intermediate terdiri dari tulang navicular yang berartikulasi dengan semua tarsal kecuali calcaneus. Terdapat 4 tarsal diatas yaitu cuboid lateral dan tiga cuneiforms yang terletak di bagian medial. Tulang metatarsal atau telapak kaki terdiri dari lima bagian. Phalang merupakan jari-jari kaki memiliki 14 tulang, dan memiliki struktur yang sama seperti phalangs (Lestari, 2023) Fraktur adalah putusnya kontinuitas jaringan tulang yang bisa disebabkan oleh kondisi fisiologis maupun patologis. Fraktur fisiologis terjadi karena trauma berat atau trauma ringan yang terus menerus, misalnya saat terjatuh karena kecelakaan lalu lintas. Fraktur patologis terjadi karena adanya penyakit yang mendasari sehingga tulang menjadi keropos atau tidak kuat, misalnya pada penderita osteoporosis (Farida Wahyuni, 2018) Fraktur juga didefinisikan sebagai rusaknya kontinuitas tulang. fraktur merupakan patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma. Fraktur berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua yaitu fraktur terbuka dan tertutup. Sedangkan berdasarkan bentuk garisnya dan hubungan dengan mekanisme tulang fraktur dibedakan 5 bagian antara lain fraktur tranversal, fraktur obliq, fraktur spiral, fraktur kompresi, fraktur avulasi (Suriya Zuriati, 2019) Teknik pemeriksaan radiografi ekstremitas bawah termasuk pemeriksaan radiografi di rumah sakit atau klinik yang cukup sering dihadapi oleh radiografer. Ketepatan menyiapkan pemeriksaan, mengatur posisi pasien, pasien objek, penentuan teknik radiografi yang tepat, serta kemampuan mahasiswa mengevaluasi hasil citra radiografi akan menunjukkan kompetensi mahasiswa dalam penatalaksanaan pemeriksaan radiografi ekstremitas atas. (Fatimah & Nugroho, 2020). Menurut Lampignano & Kendrick, (2018) proyeksi rutin yang digunakan untuk pemeriksaan radiografi pedis, yaitu proyeksi AP, oblique (Medial, Lateral) dan lateral (Mediolateral atau Lateromedial). Proyeksi AP menggunakan arah sinar menyudut 10° posterior (ke arah tumit). Proyeksi oblique menggunakan arah sinar vertikal tegak lurus terhadap IR (Imaging Receptor). Proyeksi lateral menggunakan arah sinar tegak lurus terhadap IR (Imaging Receptor). Teknik pemeriksaan radiografi pedis yang digunakan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang adalah proyeksi AP dan Oblique (Medial Rotation). Proyeksi AP posisi pasien supine di atas meja pemeriksaan posisi objek genu fleksi, telapak kaki diletakkan diatas kaset central ray vertikal tegak lurus, central point basis metatarsal digit III, FFD 100 cm, faktor eksposi digunakan 55 kV dan 3,2 mAs. dan proyeksi oblique pasien supine diatas meja pemeriksaan genu fleksi, telapak kaki diletakkan diatas kaset kemudian dimiringkan kearah medial 450 central point pada metatarsal digit v. Hal ini sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) pemeriksaan radiografi pedis menggunakan proyeksi AP dan oblique (Mediolateral). Proyeksi AP menggunakan arah sinar vertikal tegak lurus dan proyeksi oblique menggunakan arah sinar vertikal tegak lurus. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengangkatnya sebagai Karya Tulis Ilmiah dengan judul "Teknik Pemeriksaan Radiografi Pedis Dengan Klinis Suspect Fraktur Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang”. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan masalah yaitu: 1.2.1 Bagaimana Teknik Pemeriksaan Radiografi Pedis Dengan Klinis Suspect Fraktur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang? 1.2.2 Mengapa pada pemeriksaan radiografi pedis dengan klinis suspect fraktur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang menggunakan proyeksi AP dengan arah sinar vertikal tegak lurus? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Untuk mengetahui teknik pemeriksaan radiografi pedis degan klinis suspect fraktur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang. 1.3.2 Untuk mengetahui alasan pemeriksaan radiografi pedis dengan klinis suspect fraktur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang menggunakan proyeksi AP dengan arah sinar vertikal tegak lurus tanpa penyudutan. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan tambahan bagi pembaca, terutama pada mahasiswa radiologi dan peneliti mengenai teknik pemeriksaan radiografi pedis dengan klinis suspect fraktur di Instalasi Radiologi TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang. 1.4.2 Manfaat Praktis Penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam melakukan pemeriksaan radiografi pedis dengan klinis suspect fraktur di Instalasi Radiologi TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan dan Keteknisian Medik > D3 Teknik Rontgen |
| Depositing User: | Admin Cakep Perpus |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 07:59 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 07:59 |
| URI: | http://eprints.uwhs.ac.id/id/eprint/3181 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

