PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF PADA PENDERITA PRESBYOPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA DI OPTIK FOCUS SRAGEN

LESTARI, DEVI FITRI (2022) PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF PADA PENDERITA PRESBYOPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA DI OPTIK FOCUS SRAGEN. Diploma thesis, Universitas Widya Husada Semarang.

[img] Text (Full Paper)
DEVI FITRI LESTARI.pdf - Published Version

Download (31MB)

Abstract

Seseorang dalam melihat obyek dekat dapat mengalami gangguan berupa melihat tidak dengan jelas dikarenakan oleh presbyopia, sedangkan ketidakmampuan seseorang melihat obyek jauh dengan jelas dapat terjadi oleh beberapa macam sebab, antara lain karena matanya berstatus refraksi myopia. Konsep dasar paling sederhana untuk menanggulangi gangguan penglihatan pada penderita presbyopia dengan status refraksi myopia adalah dengan memberikan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur pemeriksaan refraksi subyektif pada penderita presbyopia dengan status refraksi myopia. Pengetahuan ini sangat penting untuk dapat dipahami, karena melalui pemeriksaan refraksi subyektif inilah ukuran kacamata itu ditentukan agar dapat dijadikan sebagai alat bantu penglihatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh malalui studi dokumentasi dan studi pustaka. Sedangkan data primer diperoleh melalui studi survey di Optik Focus Sragen. Hasil penelitian menunjukan, bahwa 16,8 % dari jumlah konsumen yang mendapatkan pemeriksaan refraksi subyektif di Optik Focus Sragen adalah penderita presbyopia dengan status refraksi myopi. Sedangkan prosedur pemeriksaan refraksi subyektif dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : anamnesa, inspeksi/observasi, cover test, lensmetri, uji bikromatik, uji visus, koreksi visus monokuler, koreksi visus binokuler, uji batang maddox, penetapan status refraksi/diagnose dan penulisan resep kacamata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk menetapkan ukuran kacamata baca bagi penderita presbyopia dengan status refraksi myopia, merupakan penjumlahan antara ukuran kacamata jauh dan addition (add). Pasien disarankan menggunakan kacamata bifocal karena pasien bermasalah dengan penglihatan jauh dekatnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Refraksi, Myopia, Presbyopia
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: Fakultas Kesehatan dan Keteknisian Medik > D3 Teknik Elektro Medik
Depositing User: Admin Cakep Perpus
Date Deposited: 16 Jan 2024 04:44
Last Modified: 16 Jan 2024 04:44
URI: http://eprints.uwhs.ac.id/id/eprint/2222

Actions (login required)

View Item View Item